Jumat, 14 Juli 2017

Bisnis Hancur, Usaha Gagal, Segera Bangkit dan Mulai Lagi.

Perjalanan hidup tidak ada yang tahu, mau kemana arahnya. Maju atau mudur, maju pesat atau malah bangkrut kita tidak tahu kemujuran atau kemalangan yang akan datang di masa yang akan datang. Bagi pembaca yang mengalami kemuduran usaha atau bahkan kebangkrutan, anda bukan satu satunya orang yang mengalami hal tersebut.

Apa yang harus dilakukan pada saat usaha gagal?

Pada saat usaha yang kita bangun hancur dan tidak terselamatkan lagi, kondisi emosi yang buruk seringkali menguasai kita. Sesungguhnya kondisi emosi inilah sesuatu yang harus kita kuasai terlebih dahulu. Kesedihan, kemarahan, kebingungan dan segala bentuk kondisi emosi negatif lainnya hanya akan memperparah keadaan.

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menerima bahwa usaha atau bisnis kita telah gagal. Dan hal ini bukan hal yang istimewa, ada banyak orang yang mengalaminya. Kita harus mengakui bahwa kita bukanlah orang yang istimewa, maha kuasa, dan bukan maha sempurna yang tak luput dari kesalahan. Kita harus bisa memaafkan diri kita sendiri, beginilah kondisinya kita telah berbuat salah, kita telah bertindak bodoh. Catat baik baik, jangan sampai kesalahan yang sama terulang di masa depan.

Buang jauh jauh segala bentuk kesombongan, mungkin disaat bisnis kita baru berjaya, kita terlalu sombong dengan apa yang kita raih. Menganggap diri paling hebat, rekan rekan anda yang pada saat itu berada di bawah kita anda anggap orang yang dungu, kita bisa menguasai segala galanya. Alam sedang mengingatkan kita, bahwa keberuntungan itu tidak akan bertahan selama lamanya. Kita adalah bagian dari alam, yang mau atau tidak mau harus tunduk atas hukum Nya. Jadilah seseorang yang baru, buanglah sosok diri anda yang lama, yang sombong angkuh dan mempunyai harga diri yang tinggi.

Kondisikan batin untuk selalu tenang, setelah mengalami goncangan mental yang berat, batin dan pikiran kita masih labil. Usahakan batin selalu dalam keadaan tenang. Mengkondisikan batin dalam keadaan tenang tidaklah mudah, jika kondisi emosi mulai memburuk, sebaiknya hentikan semua aktivitas, tariklah diri anda ke tempat yang tenang. Setelah kondisi mulai tenang baru kita mulai lagi beraktivitas.

Melatih kesabaran merupakan hal baik yang bisa lakukan pada saat kita akan memulai langkah baru. Tentu saja kondisi kita saat baru akan memulai hal baru akan terasa berat, karena dulu segalanya begitu mudah, namun saat ini kondisi kita benar benar nol. Tanpa kesabaran akan sulit untuk melaluinya, kita tidak akan tahu sampai kapan situasi ini akan berubah. 1 bulan, 1 tahun, 2 tahun, 10 tahun, tidak tahu, yang perlu kita pegang bahwa di semesta tidak ada yang selama lama lamanya. Ada kemunculan pasti ada kehancuran, semua yang baik semua yang buruk tidak adakan bertahan selama lamanya. Begitu juga dengan kejatuhan dan kesialan yang kita alami, tidak akan bertahan selama lamanya situasi yang buruk akan berakhir bila sudah saatnya nanti.

Jangan menyalahkan orang lain, kegagalan adalah salah kita sendiri. Dengan menyalahkan orang lain apalagi mendokaan orang orang yang kita anggap penyebab dari kebangkrutan ini celaka adalah hal yang negatif, jangan memperburuk keadaan dengan mencari kambing hitam atas kebodohan yang kita lakukan sendiri. Kita semua, makhluk, hanyalah jalan, seperti saluran yang akan dilewati hal baik atau hal buruk. Hal yang menimpa kita adalah hal buruk yang kita terima atas perbuatan kita di masa lampau, kondisi saat ini adalah hasil dari perbuatan kita di masa lampau. Orang lain hanyalah jalan, kita juga jalan, mau dilewati hal yang baik atau hal yang buruk, kita sendiri penentunya.

Segeralah mulai aktivitas yang anda bisa lakukan, jangan pilih pilih, saat semuanya hancur kita tidak akan punya banyak pilihan. Selama perbuatan itu memberi manfaat kepada orang atau makhluk lain berarti perbuatan itu pantas untuk kita lakukan. Untuk hasil secara nominal tidak perlu kita hitung dulu, memang semakin banyak manfaat, semakin banyak pula imbal balik bagi kita, namun karena pilihan yah kita lakukan saja apa yang kita bisa. Untuk hasil bukan kita penentunya.

Membangun Kembali Mentalitas

Jatuh secara finansial pada saat bisnis atau usaha yang kita bangun hancur namun mentalitas kita tetap teguh untuk bangkit dan berjuang kembali adalah hal yang sepantasnya. Namun terkadang pada saat segalanya runtuh, mental kita ikut runtuh. Semangat yang sebelumnya membara, kepercayaan diri yang tadinya begitu teguh, ikut runtuh seiring dengan hancurnya bisnis yang kita bangun.

Jika anda mengalami kejatuhan mental, perlu kesabaran ekstra untuk membangunnya kembali. Pada saat kondisi seperti ini, sebaiknya anda mencari sebuah komunitas yang 100% mensupport anda. Carilah saudara, teman, kerabat atau relasi lain yang mana anda masih tetap punya hubungan yang baik. Biasanya keluarga lebih bagus dalam memberikan support, tidak usah mengharap support materi, dorongan semangat, support mental akan sangat berguna bagi kita. Bertemu dengan orang orang baru juga baik untuk mengembalikan kembali mental kita yang jatuh.

Setelah pelajaran berat yang kita alami, sebaiknya saat ini kita mulai mensyukuri segala nikmat mulai dari yang kecil kecil. Dengan selalu mengedapankan sikap waspada akan bangkitnya penyakit mental, kekotoran batin yang disadari atau tidak akan terbangun satu persatu seiring dengan sembuhnya mentalitas kita. Waspadailah segala sikap dan pola pikir buruk yang melekat pada batin kita. Buang jauh jauh kesombongan, keangkuhan yang sebelumnya telah melekat pada masa bisnis kita berjaya, jangan sampai jatuh pada lobang yang sama. Tetap semangat...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar